Kamis, 02 Februari 2017

Tugas Praktek B. Indonesia: Cerpen

Antara Persahabatan dan Cinta

Aku memiliki sahabat Mereka Abyoso, Maulana, dan Rambe. Pada suatu hari kami didalam kelas setelah bel jam pergantian pelajaran berbunyi kami ngobrol sementara, Deva dan Maulana selalu ngomongin cewek sampai-sampai Abyoso jengkel denga mereka taulah sifat Abiyoso ia tak suka mikirin pacaran apa lagi cewek, diantara kami berempat yang masih lajang aku dan Abiyoso, dan Maulana, Deva sudah punya pacar dan sudah beberapa kali ia putus jadian dengan cewek yang berbeda.

“Maulana tau gak cewek gue itu cantik banget” kata Deva
“kalau gue biar pun kurang cantik tapi kaya lho”sahut Maulana
“hello jadi kita gak dianggap nih?”tanya Abiyoso aku hanya diam saja
“emang kenapa sih by?, coment aja, bilang aja elo sirik”kata Maulana
“oh ya?, Dev!, pacar elo itu yang keberapa?”sindir Abyoso
“apa elo bilang?”kata Deva tiba-tiba guru masuk
“selamat siang!”kata guru.
Kami pun bubar dan menunda percakapan kami.

Dan sore harinya Aby ingin bertemu Deva di rumahnya.

Kringgg….kriiiinnggggg!!!bel rumah Deva berbunyi. Tetapi tidak ada seorangpun yang membukakan pintu, tepapi pintu sedikit terbuka dan tidak terkunci. Aby pun memauki rumah Deva untuk memastikan tidak ada apa-apa. Tak lama kemudian aby melihat Wanita muda terkapar di sudut kamarnya Deva. Matanya nanar.  ….
"Devvvvaaaaaaa!" Tiba-tiba ia seperi memanggil sebuah nama. Melengking, keras. Namun, kemudian hilang ditelan parau.

Abypun bergegas mencari suara itu yang diakira Deva sedang melakukan hal-hal yang tidak baik dengan ceweknya. Ternyata saat di telusuri hanyalah kakak perempuan Deva yang sedang sakit. Aby sangat tidak tega dan menolong kakaknya Deva tersebut.
"kak, emangnya Deva kemana sampai saat ini belom pulang?" Tanya Aby
"katanya lagi pergi sama ceweknya" sahut kakaknya Deva

Setelah kejadian itu hubunga kami semakin buyar, biasanya kami menyantap makan siang bersama kini hanya kita aku dan Aby, sedangkan Maulana dan Deva makan siang dengan cewek mereka

“Aby kelihatanya jarak kita semakin jauh”kataku

“biarkan saja mereka, makasih ya elo masih mau denganku!”katanya sambil matanya berkaca
Akupun mengelus punggungnya.
hingga pada suatu hari Maulana diduakan oleh ceweknya, dan dia minta tolong kami

“plizz, bantu gue ya!”kata Mulana
Aby diamsaja dan meninggalkan kami begitu saja

“abyyyy!,”kata Maulana
akupun menjelaskan alasan kenapa Aby tidak menjawabnya

“Maulana asal elo tau kenapa Aby tidak menjawab permintaan elo, elo pikir ya!, elo telah menyakiti gue dan Aby, gue masih bisa memaafkan elo tapi Aby?, gue saranin elo harus minta maaf dengan Aby, pikirkan itu!”kataku

aku pun meninggalkanya, dan air mata Maulana yang semakin deras keluar.

setelah itu muna mencoba untuk minta maaf kepada Aby,

“Aby!, maafin ya?”kata Maulana

“elo minta maaf?, apa tujuan elo?”kata Aby
aku berusaha untuk membujuk aby agar ia mau untuk maafin Maulana,

“Aby maafin ya?, gue yakin Maulana minta maaf hanya untuk kembalinya persahabatan kita yang dulu”kataku

“bener begitu ul?”tanya Aby,

 Maulana pun mengangguk mantap dengan mata berkaca, merereka berpelukan aku pun ikut terharu dengan kejadian itu.

setelah kejadian itu kami semakin dekat, pada suatu hari teman sekelas kami yaitu Farras ia mengirim pesan singkat yang berisi tentang Deva sahabat kami, membutuhkan do’a dari kami semua untuk kesembuhanya dari penyakitnya yaitu kelainan berpikir jernih, kami pun kaget, keesokan harinya kelas kami ramai dengan suara tangisan,

“Aby maafin gue!, gue salah telah mengingkari janji kita untuk menjadi sahabat slamanya”kata Deva

“iya Dev!, gue maafin”kata Aby

“nah ginilah yang gue mau”kataku

kamipun berpegang tangan dan saling bersumpah untuk menjadi sahabat selamanya
“Kami berjanji untuk menjadi sahabat untuk selama-lamanya”kata kami bersamaan, tiba-tiba tawa kami meledak bersamaan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar