Antara Persahabatan dan Cinta
Aku memiliki
sahabat Mereka Abyoso, Maulana, dan Rambe. Pada suatu hari kami didalam kelas
setelah bel jam pergantian pelajaran berbunyi kami ngobrol sementara, Deva dan
Maulana selalu ngomongin cewek sampai-sampai Abyoso jengkel denga mereka taulah
sifat Abiyoso ia tak suka mikirin pacaran apa lagi cewek, diantara kami
berempat yang masih lajang aku dan Abiyoso, dan Maulana, Deva sudah punya pacar
dan sudah beberapa kali ia putus jadian dengan cewek yang berbeda.
“Maulana tau
gak cewek gue itu cantik banget” kata Deva
“kalau gue biar pun kurang cantik tapi kaya lho”sahut Maulana
“hello jadi kita gak dianggap nih?”tanya Abiyoso aku hanya diam saja
“emang kenapa sih by?, coment aja, bilang aja elo sirik”kata Maulana
“oh ya?, Dev!, pacar elo itu yang keberapa?”sindir Abyoso
“apa elo bilang?”kata Deva tiba-tiba guru masuk
“selamat siang!”kata guru.
Kami pun bubar dan menunda percakapan kami.
Dan sore
harinya Aby ingin bertemu Deva di rumahnya.
Kringgg….kriiiinnggggg!!!bel
rumah Deva berbunyi. Tetapi tidak ada seorangpun yang membukakan pintu, tepapi
pintu sedikit terbuka dan tidak terkunci. Aby pun memauki rumah Deva untuk
memastikan tidak ada apa-apa. Tak lama kemudian aby melihat Wanita muda terkapar di
sudut kamarnya Deva. Matanya nanar. ….
"Devvvvaaaaaaa!" Tiba-tiba ia seperi memanggil sebuah
nama. Melengking, keras. Namun, kemudian hilang ditelan parau.
Abypun bergegas mencari suara itu yang diakira Deva sedang
melakukan hal-hal yang tidak baik dengan ceweknya. Ternyata saat di telusuri
hanyalah kakak perempuan Deva yang sedang sakit. Aby sangat tidak tega dan
menolong kakaknya Deva tersebut.
"kak,
emangnya Deva kemana sampai saat ini belom pulang?" Tanya Aby
"katanya
lagi pergi sama ceweknya" sahut kakaknya Deva
Setelah
kejadian itu hubunga kami semakin buyar, biasanya kami menyantap makan siang
bersama kini hanya kita aku dan Aby, sedangkan Maulana dan Deva makan siang
dengan cewek mereka
“Aby kelihatanya jarak kita semakin jauh”kataku
“biarkan saja mereka, makasih ya elo masih mau denganku!”katanya sambil matanya
berkaca
Akupun mengelus punggungnya.
hingga pada suatu hari Maulana diduakan oleh ceweknya, dan dia minta tolong
kami
“plizz, bantu gue ya!”kata Mulana
Aby diamsaja dan meninggalkan kami begitu saja
“abyyyy!,”kata Maulana
akupun menjelaskan alasan kenapa Aby tidak menjawabnya
“Maulana asal elo tau kenapa Aby tidak menjawab permintaan elo, elo pikir ya!,
elo telah menyakiti gue dan Aby, gue masih bisa memaafkan elo tapi Aby?, gue
saranin elo harus minta maaf dengan Aby, pikirkan itu!”kataku
aku pun meninggalkanya, dan air mata Maulana yang semakin deras keluar.
setelah itu
muna mencoba untuk minta maaf kepada Aby,
“Aby!, maafin ya?”kata Maulana
“elo minta maaf?, apa tujuan elo?”kata Aby
aku berusaha untuk membujuk aby agar ia mau untuk maafin Maulana,
“Aby maafin ya?, gue yakin Maulana minta maaf hanya untuk kembalinya
persahabatan kita yang dulu”kataku
“bener begitu ul?”tanya Aby,
Maulana pun mengangguk mantap dengan mata berkaca,
merereka berpelukan aku pun ikut terharu dengan kejadian itu.
setelah kejadian
itu kami semakin dekat, pada suatu hari teman sekelas kami yaitu Farras ia
mengirim pesan singkat yang berisi tentang Deva sahabat kami, membutuhkan do’a
dari kami semua untuk kesembuhanya dari penyakitnya yaitu kelainan berpikir
jernih, kami pun kaget, keesokan harinya kelas kami ramai dengan suara
tangisan,
“Aby maafin gue!, gue salah telah mengingkari janji kita untuk menjadi sahabat
slamanya”kata Deva
“iya Dev!, gue maafin”kata Aby
“nah ginilah yang gue mau”kataku
kamipun berpegang tangan dan saling bersumpah untuk menjadi sahabat selamanya
“Kami berjanji untuk menjadi sahabat untuk selama-lamanya”kata kami bersamaan,
tiba-tiba tawa kami meledak bersamaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar